Perbedaan Pendapat Tidak Seharusnya Ditanggapi Dengan Sikap Anarkis
Tribunmuslim.com – Kamis (3/2), ratusan masyarakat Lombok Timur yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Pembela Aswaja (Gempa) turun aksi di depan kantor gubernur NTB. Massa aksi mendesak Gubernur NTB untuk membubarkan Yayasan Assunnah Lombok yang tidak sepaham dengan mereka.
Asdaruddin mengancam akan menurunkan massa aksi susulan yang lebih banyak lagi. Bahkan, ia meminta kepada para pemangku kebijakan untuk tidak menyalahkan jika kelak terjadi pertumpahan darah dan hal lain yang tidak diinginkan. “Ini saya ingatkan kepada Bapak Gubernur. Kalau tuntutan kami tidak ditindaklanjuti akan ada aksi yang lebih besar lagi dan mohon maaf kalau akan terjadi peperangan,” ancamnya.
Ia juga membantah bahwa aksi yang dilakukan tersebut ditunggangi kepentingan politik. Melainkan semata-mata untuk membuka mata para pemangku jabatan, bahwa yang mereka perangi tersebut adalah para teroris ideologi.
Sekda Provinsi NTB, H Lalu Gita Ariadi yang menjadi perwakilan menemui massa aksi menyampaikan, apa yang menjadi harapan atau tuntutan dari massa aksi Gempa tersebut sangat memahami dari maksud dan tujuan dari aspirasi yang disampaikan. Sebelumnya, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan stakeholder terkait tentang para pelanggar hukum untuk diamankan secepatnya dan menegakkan hukum dengan seadilnya. “Pemprov NTB juga sangat mendukung untuk terciptanya suasana damai dan aman. Terlebih lagi menjelang berbagai event yang akan datang,” katanya.
Sumber: https://radarlombok.co.id/gubernur-didesak-bubarkan-yayasan-assunnah.html
Mari Ciptakan NTB yang damai seperti sediakala, sebelum ada aksi mereka lombok sangat agamis dan sangat damai,
Dan bukan seharusnya Ceramah seorang ustadz yang ceramah dikelompoknya menyampaikan dalil dalil agama di tanggapi dengan tindakan yang membuat keserahan di masyarakat dan mengancam kedamaian NTB,
Jika terjadi hal hal yang mereka tidak sependapat, seharusnya diadakan diakusi terbuka dengan ilmu agama, bukan dengan membuat keresahan.
Semoga ada ulama ulama yang bijak yang bisa di dengar untuk mengatasi masalah ini,
Mari kita selesaikan dengan baik2. Diskusi seputar masalah yang tidak disetujui.
Ciptakan indonesia yang damai dan Budaya musyawarah jangan di hilangkan meskipun budaya demokrasi ada.

Tidak ada komentar: