Header Ads

Seo Services

Pengurus Masjid Solok: "Heran, Kenapa Ceramah KH Idrus Ramli Isinya Hanya Ejekan dan Cacian"

Baru baru ini, salah satu penceramah sedang mengadakan safari dakwah ke Ranah minang, tepatnya di Masjid Raya Selayo Solok Sumatera Barat, pada hari Ahad 20 Februari 2022, Dalam isi ceramah beliau beliau menjelaskan sebuah pemahaman yang berbeda dengan pemahamannya.

Ceramah beliau tersebut di posting dalam akun youtubenya yang berjudul, LIVE! Tabligh Akbar di Solok | KH. Muhamad Idrus Ramli dalam video tersebut isi kajiannya selalu mencela dan merendahkan pemahaman yang tidak sama dengan pemahaman dia, bahkan dia mengatakan bahwa pemahaman kelompok salafi itu adalah pemahaman seperti pemahaman abu jahal, berikut cuplikan video beliau yang mengatakan berikut:

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa pemahaman salafi itu adalah pemahaman yang di pahami oleh Ustadz Khalid Basalamah, bisa bisanya beliau mengatakan bahwa pemahaman salafi itu pemahaman abu jahal, padahal seperti yang kita ketahui dan dengar, Ustadz khalid berceramah penuh dengan kelembutan dan sopan santun, sangat disayangkan seorang yang ditokohkan mengatakan begitu,

Lalu bagaimana Tanggapan Ustadz Khalid Basalamah Tentang Salafi Apakah Wahabi?

Ternyata, hal ini bukan saja di nilai oleh netizen, pengurus Masjid Raya Solok Sumatera Barat pun ikut mengomentari isi kajian  KH Muhammad Idrus Ramli tersebut, sebagaimana yang diceritakan oleh salah seorang akun Facebook :

Akun tersebut menyebutkan ternyata di ikuti Oleh 4.837 orang dalam akun tersebut beliau menyebutkan telponan seorang putra minang yang keluarganya adalah seorang pengurus masjid tersebut :

“Tadi pagi saya ditelpon seorang putra minang di jabodetabek, dia bercerita bahwa dia ditelpon seorang keluarganya di Solok, dia salah seorang pengurus masjid yang mengundang singa aswaja tabligh akbar di Solok.
Pengurus tersebut mengatakan merasa mual dengan isi kajian karena isinya hanya fitnah dan cacian. Akhirnya dia justru tertarik untuk mengetahui apa yang sering disebut sebagai wahabi dalam kajian singa aswaja tersebut. “

Memang seharusnya menjadi pendakwah membawa ajaran yang damai, tidak menyerang sesama, jangan sampai agama dijadikan ajang saling olok mengolok.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.