Sadarlah.!! Perselingkuhan dan Perzinahan Membawa Kehinaan Di Dunia dan Akhirat
Tribunmuslim - “Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Maka barangsiapa mencari di luar itu (seperti zina dan homoseks), mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” [Al-Ma’ârij/70:29-31]
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata, “Aku tidak mengetahui dosa yang paling besar setelah membunuh manusia melainkan zina.”[2]
Allâh Azza wa Jalla juga menyebutkan bahwa dosa zina ini dikaitkan dengan dosa syirik dan dikaitkan dengan dosa membunuh jiwa serta membawa kepada kejelekan, kerusakan, dan kehinaan di dunia dan akhirat. Allâh Subhanahu wa Ta’alaberfirman,
وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا ﴿٦٨﴾ يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا ﴿٦٩﴾ إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Dan orang orang yang tidak mempersekutukan Allâh dengan sembahan lain dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allâh kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina dan barangsiapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat, (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti oleh Allâh dengan kebaikan. Allâh Maha Pengampun, Maha Penyayang.” [al-Furqân/25: 68-70]
Bahaya Zina
Saudaraku sesama Muslim, camkanlah bahwa perbuatan zina sangat besar bahayanya. Di antaranya[3]:
Menghilangkan kemaslahatan alam.
Maksiat yang melemahkan pengagungan terhadap Allâh .
Maksiat yang menyebabkan Allâh mengabaikan hamba-Nya.
Maksiat yang mengeluarkan hamba dari wilayah ihsân.
Menyebabkan tercampurnya nasab (keturunan).
Menyebabkan kehancuran rumah tangga.
Membawa kerusakan dunia dan agama si pelaku.
Membawa siksa di kuburnya dan diancam masuk
Banyak kehormatan yang terinjak-injak dan terjadinya kezhaliman.
Menyebabkan kefakiran dan rizki tidak barokah.
Memendekkan umur.
Menghitamkan wajah
Mencerai-beraikan hati dan membuat hati menjadi sakit.
Mendatangkan kegelisahan, kesedihan, dan ketakutan hati.
Menghilangkan kebaikan dan amal taat.
Menghilangkan nikmat dan mendatangkan adzab.
Memalingkan hati dari istiqâ
Menjadikan pelakunya berada dalam tawanan setan dan penjara syahwat.
Menjatuhkan derajat dan kedudukannya di sisi Allâh dan di sisi makhluk-Nya.
Melemahkan fungsi akal.
Menghapus keberkahan agama dan dunia.
Memutuskan hubungan hamba dengan Rabb-nya.
Menyebabkan berbagai makhluk berani mengganggu pelakunya.
Maksiat adalah bantuan manusia kepada musuhnya, yaitu setan.
Menyebabkan hamba melupakan dan melalaikan diri sendiri dan keluarganya.
Menghambat perjalanan hati menuju kepada Allâh .
Malaikat-malaikat rahmat akan menjauh darinya.
Mendekatkan kepada setan-setan yang terlaknat.
Menjerumuskan kepada seburuk-buruk maksiat.
Menghilangkan rasa malu.
Menghilangkan rasa cemburu.
Maksiat penyebab kebinasaan di dunia dan di akhirat.
Menyebabkan penyakit Gonorhea (kencing nanah), Siphilis, dan Aids yaitu penyakit yang membuat rusak kemaluan dan tubuhnya. Indikasi fisik penyakit ini ialah munculnya luka bernanah di sekitar kemaluan. Sementara itu, indikasi bagian dalam tubuh ditandai dengan infeksi pada hati, usus, lambung, tenggorokan, paru-paru, dan testis (buah zakar). Belum lagi dampak-dampak yang diakibatkan penyakit ini pada jantung dan saluran pembuluh darah sehingga keduanya dapat menyebabkan kelumpuhan, penebalan saluran pembuluh darah, kebutaan, rasa nyeri pada dada, kondisi fisik yang terus memburuk, kanker lidah, dan terkadang TBC.[4]
Saudaraku Muslim, tumbuhkanlah rasa cemburu di dalam hatimu untuk menjaga diri dari perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat.
Sa’ad bin ‘Ubadah Radhiyallahu anhu berkata, “Sekiranya aku melihat seorang pria bersama dengan isteriku, tentu aku akan memenggal lehernya dengan pedang (dengan bagian yang tajam)!” Lalu perkataan ini terdengar oleh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Lantas beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
أَتَـعْجَبُوْنَ مِنْ غَيْـرَةِ سَعْدٍ؟ لَأَنَـا أَغْيَـرُ مِنْهُ ، وَاللّٰـهُ أَغْـيَــرُ مِنّـِيْ
Apakah kalian heran dengan kecemburuan Sa’ad ? Sungguh aku ini lebih cemburu dari dia, dan Allâh lebih cemburu dari aku.”[5]
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
إِنَّ اللّٰـهَ يَغَارُ ، وَإِنَّ الْـمُؤْمِنَ يَغَـارُ ، وَغَيْـرَةُ اللّٰـهِ أَنْ يَأْتِـيَ الْـمُؤْمِنُ مَا حَرَّمَ عَلَيْهِ
Sesungguhnya Allâh itu cemburu, dan sesungguhnya seorang Mukmin itu juga cemburu. Dan kecemburuan Allâh itu akan timbul bila seorang hamba melakukan apa yang diharamkan oleh Allâh atasnya.”[6]
Saudaraku Muslim, Allâh Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya mengaitkan sifat cemburu kepada orang-orang yang beriman, dimana mereka akan merasa cemburu jika melihat hamba Allâh melakukan hal yang diharamkan. Lantas masihkah tersisa rasa cemburu ini di hatimu apabila justru dirimu sendiri yang mengerjakan perbuatan keji ini???
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhutbah dalam shalat gerhana (kusuf), kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَا أُمَّةَ مُـحَمَّدٍ ! وَاللّٰـهِ مَـا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَـرُ مِنَ اللّٰـهِ أَنْ يَـزْنِـيَ عَبْدُهُ أَوْ تَـزْنِـيَ أَمَتُـهُ ، يَا أُمَّةَ مُـحَمَّدٍ ! وَاللّٰـهِ لَوْ تَـعْـلَمُوْنَ مَـا أَعْلَمُ لَضَحِكْـتُمْ قَـلِيْـلًا وَلَبَـكَيْـتُمْ كَـثِـيْـرًا.
Wahai umat Muhammad! Demi Allâh , tidak ada yang lebih cemburu daripada Allâh jika hamba-Nya yang laki-laki atau perempuan melakukan zina. Wahai umat Muhammad! Demi Allâh , sekiranya kalian tahu apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa.”[7]
Referensi : https://almanhaj.or.id/14158-zina-bahaya-dosa-dan-hukumannya.html


Tidak ada komentar: